JAKARTA - PT Suzuki Indomobil Sales memberikan penjelasan resmi mengenai masa depan salah satu unit andalannya yakni Suzuki Ertiga di Indonesia.
Penjualan mobil keluarga tersebut diakui mengalami penurunan yang cukup signifikan sepanjang tahun 2025 jika dibandingkan dengan model saudaranya.
Meskipun angka distribusinya kian mengecil, pihak pabrikan menegaskan tidak akan menghentikan produksi unit kendaraan MPV yang telah melegenda tersebut.
Langkah strategis tengah disiapkan guna memicu kembali minat beli konsumen terhadap mobil yang pertama kali mengaspal di tanah air sejak belasan tahun lalu.
Pergeseran Minat Konsumen Dari Model MPV Konvensional Ke Tren SUV
Pihak manajemen Suzuki mengungkapkan bahwa tren pasar otomotif saat ini memang sedang mengalami pergeseran besar menuju model kendaraan SUV.
Kondisi ini tidak hanya terjadi di pasar domestik Indonesia saja melainkan juga menjadi sebuah fenomena yang sedang melanda industri otomotif secara global.
Minat masyarakat yang kini lebih memilih tampilan kendaraan yang gagah dan tangguh membuat segmen MPV biasa harus menghadapi tekanan persaingan.
Penurunan volume penjualan Ertiga dinilai sebagai dampak alami dari perubahan gaya hidup dan preferensi fungsionalitas berkendara para pemilik mobil masa kini.
Strategi Peluncuran Lini Produk SUV Guna Menjawab Kebutuhan Pasar Luas
Menanggapi perubahan tren tersebut, Suzuki dalam beberapa waktu terakhir lebih aktif memperkenalkan deretan model SUV terbaru mereka ke hadapan publik.
Produk seperti Suzuki XL7, Grand Vitara, hingga pendatang baru Suzuki Fronx kini menjadi ujung tombak perusahaan dalam menggaet minat para calon pembeli.
Fokus pada segmen SUV terbukti memberikan hasil positif bagi kinerja penjualan perusahaan secara keseluruhan di tengah dinamika ekonomi nasional saat ini.
Kendati demikian, Suzuki tetap menjamin bahwa keberadaan unit mobil keluarga atau MPV tetap akan memiliki tempat tersendiri di dalam ekosistem produk mereka.
Komitmen Suzuki Untuk Tetap Memproduksi Unit Ertiga Di Dalam Negeri
Penegasan mengenai kelanjutan produksi Ertiga didasari oleh fakta bahwa mobil ini merupakan salah satu unit yang diproduksi secara lokal di pabrik Indonesia.
Fasilitas produksi dalam negeri menjadi kekuatan utama Suzuki dalam menjaga ketersediaan unit serta komponen suku cadang bagi para pengguna setia Ertiga.
Perusahaan berjanji akan memberikan berbagai stimulus menarik serta pembaruan produk untuk tetap menjaga daya saing Ertiga di hadapan para kompetitor sekelasnya.
Keyakinan akan potensi pasar MPV tetap ada mengingat kebutuhan akan mobil berkapasitas penumpang banyak masih sangat relevan bagi karakteristik keluarga Indonesia.
Pilihan Varian Mesin Serta Daftar Harga Terbaru Per Januari Tahun Ini
Saat ini masyarakat masih dapat memilih Suzuki Ertiga dalam beberapa opsi mesin yang sesuai dengan kebutuhan serta anggaran dana yang dimiliki.
Tersedia versi mesin bensin konvensional yang tangguh serta pilihan teknologi hybrid yang menawarkan efisiensi konsumsi bahan bakar jauh lebih baik.
Harga jual untuk unit Ertiga per Januari 2026 ini dipatok mulai dari angka Rp 236 juta hingga menyentuh angka Rp 300 juta untuk tipe tertinggi.
Rentang harga yang kompetitif ini diharapkan tetap menjadi daya tarik utama bagi konsumen yang menginginkan mobil keluarga dengan nilai ekonomis yang tinggi.
Kapan pastinya waktu peluncuran model baru atau pembaruan terhadap Ertiga tersebut memang masih dirahasiakan oleh pihak internal PT Suzuki Indomobil Sales.
Informasi yang disampaikan pada Jumat 30 Januari 2026 ini setidaknya memberikan angin segar bagi para pecinta otomotif yang menantikan inovasi terbaru Suzuki.
Pemberian sinyal pembaruan ini diharapkan mampu menepis keraguan publik mengenai masa depan eksistensi Ertiga di tengah gempuran model-model mobil listrik baru.
Suzuki berkomitmen untuk terus berinovasi tanpa melupakan sejarah kesuksesan produk-produk yang telah membangun kepercayaan konsumen selama puluhan tahun lamanya.