Kontribusi Bancassurance Capai 30 Persen terhadap Premi BCA Life

Selasa, 24 Februari 2026 | 09:11:28 WIB
Kontribusi Bancassurance Capai 30 Persen terhadap Premi BCA Life

JAKARTA - PT Asuransi Jiwa BCA atau BCA Life menegaskan bahwa jalur distribusi bancassurance tetap menjadi penopang utama bisnis perusahaan. 

Kanal ini memberikan kontribusi hampir 30% terhadap total pendapatan premi. Posisi tersebut menunjukkan peran strategis bancassurance dalam menjaga konsistensi pertumbuhan perusahaan.

Presiden Direktur & CEO BCA Life Eva Agrayani menjelaskan bahwa pendapatan premi BCA Life sepanjang 2025 meningkat 32,9% secara tahunan menjadi Rp2 triliun.

Pencapaian ini dinilai sebagai hasil yang sangat baik di tengah dinamika industri asuransi jiwa. Kinerja tersebut memperlihatkan bahwa strategi distribusi yang dijalankan mampu memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan.

“Kontribusi [bancassurance] sejalan dengan model bisnis BCA Life yang bertumpu pada kekuatan jaringan dan sinergi grup yang memiliki basis nasabah yang luas, serta tingkat kepercayaan yang tinggi melalui ekosistem Group BCA,” ucapnya. 

Pernyataan itu menegaskan bahwa sinergi internal menjadi kunci keberhasilan. Kepercayaan nasabah menjadi fondasi penting dalam membangun pertumbuhan berkelanjutan.

Sinergi Grup Perkuat Kepercayaan Nasabah

Bagi BCA Life, keberadaan jaringan luas dalam Grup BCA menjadi modal utama memperluas penetrasi pasar. Sinergi yang terjalin memungkinkan perusahaan menjangkau nasabah dengan lebih efektif. Kolaborasi tersebut menghadirkan kemudahan akses layanan perlindungan jiwa bagi masyarakat.

Bagi BCA Life, lanjut Eva, kanal bancassurance sangat strategis dalam menopang total pendapatan premi. Dia optimistis sinergi dan kolaborasi dalam Grup BCA dapat memberikan kenyamanan bagi setiap nasabah. Optimisme ini sejalan dengan strategi perusahaan yang berfokus pada pengalaman pelanggan.

“Melalui berbagai produk yang dimiliki BCA Life, diharapkan dapat melengkapi solusi keuangan nasabah,” sebutnya. Produk yang beragam memungkinkan nasabah memilih perlindungan sesuai kebutuhan. Pendekatan ini sekaligus memperkuat posisi perusahaan dalam industri asuransi jiwa nasional.

Strategi Pengembangan Produk dan Teknologi

Untuk menjaga momentum pertumbuhan, BCA Life berkomitmen memperkuat kolaborasi dalam grup. Perusahaan akan mengembangkan produk yang semakin relevan dengan kebutuhan setiap segmen nasabah. Selain itu, peningkatan kompetensi tenaga pemasar menjadi perhatian utama.

Optimalisasi pemanfaatan data dan teknologi juga menjadi bagian penting strategi perusahaan. Langkah ini bertujuan meningkatkan efektivitas distribusi serta kualitas layanan kepada nasabah. Dengan dukungan teknologi, perusahaan dapat memahami preferensi dan kebutuhan nasabah secara lebih mendalam.

Selain itu, perusahaan akan fokus menyediakan solusi perlindungan yang lebih mudah dijangkau. Integrasi dengan ekosistem layanan keuangan Grup BCA diharapkan mampu mendukung perencanaan keuangan nasabah secara menyeluruh. Pendekatan terintegrasi ini memperlihatkan arah transformasi bisnis yang adaptif terhadap perkembangan zaman.

Proyeksi Bancassurance Tetap Dominan

BCA Life memandang bancassurance akan tetap menjadi pilar utama distribusi premi industri asuransi jiwa pada tahun mendatang. Keyakinan ini didasarkan pada kekuatan jaringan serta tingkat kepercayaan nasabah yang tinggi. Kanal tersebut dinilai mampu mempertahankan kontribusi signifikan terhadap total premi perusahaan.

“Perusahaan memproyeksikan kanal bancassurance akan tetap menjadi salah satu pilar utama distribusi premi industri asuransi jiwa sepanjang 2026,” kata Eva. Proyeksi ini mencerminkan keyakinan terhadap potensi pasar yang masih terbuka luas. Dukungan ekosistem yang solid diyakini mampu menjaga stabilitas kinerja.

Di tengah persaingan industri yang semakin ketat, inovasi produk dan layanan menjadi kunci pembeda. Perusahaan berupaya menjaga kualitas pelayanan agar tetap kompetitif. Strategi tersebut diharapkan memperkuat posisi BCA Life dalam jangka panjang.

Tantangan Industri dan Respons Perusahaan

Meski mencatat pertumbuhan premi yang solid, industri asuransi jiwa secara umum menghadapi tekanan. Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia mencatat bahwa pada sembilan bulan pertama 2025, pendapatan premi dari kanal bancassurance mencapai Rp55,28 triliun. Angka ini turun 4,2% secara tahunan dari Rp57,70 triliun.

Menurut Eva, penurunan ini disebabkan belum membaiknya daya beli masyarakat secara umum. Selain itu, penjualan produk asuransi yang dikaitkan investasi (PAYDI) atau unit-linked juga belum pulih. Kondisi tersebut memengaruhi kinerja industri secara keseluruhan.

Namun demikian, BCA Life tetap optimistis menghadapi tantangan tersebut. Perusahaan percaya bahwa penguatan sinergi, inovasi produk, dan optimalisasi teknologi dapat menjaga pertumbuhan tetap positif. Dengan strategi yang terarah, bancassurance diyakini akan terus menjadi motor penggerak kinerja perusahaan di masa depan.

Terkini