Merdeka Copper Gold Optimalkan Produksi Emas Pani untuk Pasar Global

Selasa, 24 Februari 2026 | 14:58:45 WIB
Merdeka Copper Gold Optimalkan Produksi Emas Pani untuk Pasar Global

JAKARTA - PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) mengambil langkah strategis dengan mempercepat pengembangan Tambang Emas Pani. 

Keputusan ini seiring dengan tren harga emas global yang terus menguat sejak tahun lalu dan diproyeksikan tetap positif. Percepatan pengembangan diharapkan memaksimalkan nilai investasi dan memenuhi permintaan pasar emas yang meningkat.

General Manager Corporate Communication Merdeka Copper Gold, Tom Malik menjelaskan bahwa pengembangan Tambang Emas Pani kini berada di bawah PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS). 

Rencana ini mengacu pada Feasibility Study yang diselesaikan pada kuartal I-2024. Studi tersebut menggunakan asumsi harga emas US$2.000 per ons troi untuk merancang tahapan pengembangan tambang secara bertahap.

Dengan kondisi pasar yang bullish, manajemen Merdeka memutuskan menyesuaikan jadwal pengembangan untuk menghadirkan kapasitas produksi yang lebih besar lebih cepat. 

Langkah ini menjadi respons terhadap peluang harga emas yang tinggi serta upaya meningkatkan daya saing perusahaan. Keputusan ini juga dipandang sebagai strategi untuk memaksimalkan return dan menjaga momentum pasar.

Tahapan Pengembangan Tambang Emas Pani

Tahap awal pengembangan adalah fasilitas heap leach yang ditargetkan mulai berproduksi pada 2026. Fasilitas ini menjadi pijakan awal untuk mengamankan pasokan emas sambil menunggu pembangunan fasilitas lanjutan. Selanjutnya, pengembangan carbon in leach (CiL) direncanakan berkapasitas 7,5 juta ton bijih per tahun pada 2029, dan ditingkatkan menjadi 12 juta ton pada 2032.

Namun, dengan kondisi harga emas yang bullish, manajemen memutuskan memajukan pengembangan CiL. Alih-alih bertahap, fasilitas CiL dibangun langsung dengan kapasitas penuh 12 juta ton bijih per tahun. Percepatan ini diharapkan membuat CiL mulai berproduksi lebih awal, yaitu pada 2028.

Tom Malik menegaskan, keputusan ini merupakan respons atas tren harga emas yang positif sejak tahun lalu. "Dengan harga emas yang bullish sejak tahun lalu dan masih positif ke depannya, management Merdeka memutuskan untuk memajukan pengembangan CiL dan langsung ke kapasitas 12 juta ton bijih per tahun sehingga diperkirakan CiL akan mulai berproduksi di 2028," ujarnya.

Kebutuhan Investasi dan Capex

Pengembangan CiL dengan kapasitas 12 juta ton bijih per tahun membutuhkan belanja modal mendekati US$1 miliar. Realisasi investasi ini akan dilakukan dalam dua tahun ke depan secara bertahap untuk menjaga efektivitas penggunaan dana. 

Capex yang besar ini mencerminkan komitmen Merdeka dalam meningkatkan kapasitas produksi emas di tengah permintaan pasar yang tinggi.

Investasi ini juga termasuk pembangunan infrastruktur penunjang, seperti fasilitas pengolahan bijih, sistem logistik internal, dan fasilitas pendukung keselamatan kerja.

Setiap tahapan direncanakan dengan mempertimbangkan efisiensi operasional dan kelayakan finansial. Tom menekankan, perencanaan keuangan dan pengelolaan capex menjadi kunci keberhasilan percepatan pengembangan ini.

Selain itu, manajemen memperhitungkan fluktuasi harga emas dan risiko operasional. Pendekatan ini menjaga agar proyek tetap feasible meskipun terjadi volatilitas pasar. Dengan strategi ini, Merdeka optimis dapat meningkatkan produksi emas sekaligus menjaga stabilitas keuangan perusahaan.

Dampak Positif Percepatan Produksi

Percepatan pengembangan CiL diharapkan meningkatkan produksi emas secara signifikan pada 2028. Dengan kapasitas penuh 12 juta ton bijih per tahun, output tambang akan mendukung pertumbuhan pendapatan perusahaan. Hal ini juga memberikan sinyal positif kepada investor terkait kemampuan perusahaan dalam memanfaatkan momentum harga emas.

Tom Malik menambahkan, langkah ini tidak hanya menambah volume produksi, tetapi juga memperkuat posisi Merdeka di pasar emas global. 

Produksi yang lebih tinggi memungkinkan perusahaan memenuhi permintaan domestik maupun internasional dengan lebih cepat. Selain itu, percepatan ini memberikan fleksibilitas operasional yang lebih besar bagi manajemen dalam menyesuaikan produksi dengan harga pasar.

Dengan langkah strategis ini, Merdeka juga menegaskan komitmen terhadap pertumbuhan berkelanjutan dan pengelolaan sumber daya yang efisien. 

Percepatan proyek Tambang Emas Pani menjadi bukti adaptasi perusahaan terhadap kondisi pasar yang dinamis. Langkah ini diharapkan mendorong pertumbuhan jangka panjang yang stabil dan berkelanjutan.

Komitmen terhadap Efisiensi dan Kelestarian Lingkungan

Meskipun percepatan proyek, Merdeka tetap menekankan pentingnya efisiensi operasional. Pengelolaan bijih dilakukan secara optimal agar tidak terjadi pemborosan sumber daya. Selain itu, perusahaan juga memperhatikan aspek lingkungan dalam setiap tahapan pengembangan tambang.

Langkah-langkah mitigasi lingkungan termasuk pengelolaan tailing, penggunaan teknologi pengolahan yang lebih ramah lingkungan, dan pemantauan kualitas udara serta air di sekitar lokasi tambang. Tom Malik menegaskan, perusahaan berkomitmen menjaga keseimbangan antara produksi dan kelestarian lingkungan.

Penerapan praktik pertambangan yang bertanggung jawab diharapkan memberi dampak positif tidak hanya pada pertumbuhan produksi, tetapi juga pada reputasi perusahaan. Hal ini sejalan dengan standar global pertambangan dan ekspektasi pemangku kepentingan. 

Dengan begitu, Merdeka berupaya memastikan keberlanjutan operasional Tambang Emas Pani dalam jangka panjang.

Selain itu, percepatan pengembangan diharapkan menimbulkan efek multiplier bagi ekonomi lokal. Tenaga kerja akan terserap lebih banyak dan industri pendukung tambang dapat tumbuh. Hal ini menjadi salah satu kontribusi nyata Merdeka dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah.

Terkini