TikTok, Tokopedia dan TikTok Shop Ramaikan Ekonomi Digital Selama Ramadan Indonesia

Kamis, 12 Maret 2026 | 13:31:16 WIB
TikTok, Tokopedia dan TikTok Shop Ramaikan Ekonomi Digital Selama Ramadan Indonesia

JAKARTA - Momentum Ramadan kerap menjadi periode penting bagi aktivitas ekonomi di Indonesia. Selama bulan suci ini, konsumsi masyarakat meningkat seiring kebutuhan akan berbagai produk, mulai dari makanan, pakaian, hingga kebutuhan ibadah. 

Perkembangan ekosistem digital membuat aktivitas ekonomi tersebut semakin dinamis karena interaksi antara penjual dan pembeli kini banyak terjadi melalui platform daring.

Fenomena ini terlihat dalam kolaborasi yang dilakukan oleh TikTok, Tokopedia, dan TikTok Shop melalui kampanye Ramadan Ekstra Seru 2026. Inisiatif ini dirancang untuk menghubungkan kreator, komunitas, penjual, serta pembeli dalam satu ekosistem digital yang terintegrasi.

Program tersebut hadir sebagai bagian dari upaya menjaga pertumbuhan ekonomi nasional. Pada Kuartal I/2025, pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat sebesar 4,87 persen, di mana Ramadan menjadi salah satu faktor yang turut memberikan kontribusi signifikan terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.

Communications Lead TikTok Indonesia, Edwin Lengkei, mengatakan Ramadan selalu menjadi momen istimewa di platform tersebut. Partisipasi komunitas pengguna biasanya meningkat signifikan selama periode ini.

“Tahun lalu, lebih dari 21,9 juta video diunggah selama Ramadan, mencerminkan tingginya partisipasi komunitas TikTok. Kekuatan penemuan TikTok membantu UMKM lebih mudah ditemukan calon pembeli di era discovery e-commerce,” ujar Edwin.

Ramadan Mendorong Aktivitas Kreator dan Penjual

Tingginya aktivitas pengguna di TikTok selama Ramadan kembali terlihat pada tahun ini. Dalam minggu pertama Ramadan 2026 saja, hampir 13 juta video pendek telah dibuat oleh kreator maupun penjual.

Jumlah tersebut sudah melampaui setengah dari total video yang diunggah sepanjang Ramadan pada tahun sebelumnya. Aktivitas tersebut menunjukkan bagaimana platform digital menjadi ruang utama bagi kreator dan pelaku usaha untuk berinteraksi dengan konsumen.

Selain video pendek, fitur belanja langsung melalui siaran LIVE juga mendapatkan respons tinggi dari pengguna. Tercatat lebih dari 3,4 juta tayangan LIVE shopping selama periode awal Ramadan 2026.

Produk-produk seperti gamis, mukena, kopi, ponsel, serta kemeja menjadi beberapa kategori yang paling banyak diminati oleh pengguna selama siaran belanja langsung tersebut.

Tren ini juga sejalan dengan perilaku pengguna di platform. Pada Ramadan tahun sebelumnya, penggunaan tagar #Ramadan dan #Ramadhan meningkat hingga 30 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Lebih jauh lagi, sekitar 68 persen pengguna menjadikan TikTok sebagai titik awal dalam perjalanan Ramadan mereka, mulai dari mencari inspirasi menu berbuka hingga menentukan pilihan belanja untuk kebutuhan hari raya. Aktivitas tersebut bahkan sudah dimulai sejak satu bulan sebelum puasa dimulai.

Kolaborasi Platform Dorong Pertumbuhan UMKM

Sinergi antara TikTok, Tokopedia, dan TikTok Shop juga memberikan dampak nyata bagi pelaku usaha, khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Integrasi antara konten kreatif dan sistem perdagangan elektronik membuka peluang lebih luas bagi brand lokal untuk menjangkau konsumen.

Tokopedia dan TikTok Shop mencatat brand lokal dari kategori fesyen muslim serta makanan dan minuman mengalami pertumbuhan transaksi rata-rata lebih dari lima kali lipat berkat kampanye Ramadan Ekstra Seru.

Salah satu contoh datang dari brand Mukena Wisanggeni yang telah berjualan sejak 2013. Founder Mukena Wisanggeni, Nila Wulandari, menyebut kolaborasi platform digital tersebut membantu memperluas jangkauan pemasaran produk mereka.

“Solusi terintegrasi dari TikTok, Tokopedia dan TikTok Shop memudahkan kami memasarkan produk secara kreatif. Pada Ramadan ini, nilai transaksi kami tumbuh lebih dari dua kali lipat,” terang Nila.

Brand fesyen muslim asal Bandung, Gwenza, juga merasakan dampak serupa. Founder Gwenza, Deby Lianti, menyampaikan bahwa penjualan produknya mengalami peningkatan signifikan selama Ramadan.

“Kami meluncurkan koleksi terbaru lewat live streaming 13 jam secara konsisten bersama artis dan affiliate,” ujarnya.

Menurut Deby, strategi live streaming yang dilakukan secara konsisten menjadi salah satu cara efektif untuk memperkenalkan produk sekaligus meningkatkan penjualan selama periode Ramadan.

Peran Kreator Konten Dalam Ekosistem Digital

Selain pelaku usaha, affiliate content creator juga berperan penting dalam mendorong pertumbuhan transaksi di platform digital. Kreator konten sering kali menjadi penghubung antara produk dan calon pembeli melalui konten yang menarik.

Artis sekaligus affiliate, Jordi Onsu, mengatakan keberhasilan promosi produk sangat bergantung pada relevansi konten serta konsistensi dalam berinteraksi dengan audiens.

“Saat Ramadan, saya pilih produk yang relate, dikemas konten interaktif, dan konsisten LIVE supaya audiens terus engage,” katanya.

Melalui pendekatan tersebut, kreator dapat membangun hubungan yang lebih dekat dengan audiens sekaligus membantu brand menjangkau pasar yang lebih luas.

Keberadaan kreator konten juga memperkuat model discovery e-commerce, di mana pengguna menemukan produk melalui konten yang mereka konsumsi di platform digital.

Beragam Aktivasi Ramaikan Ekosistem Ramadan Digital

Untuk semakin menghidupkan suasana Ramadan di platform digital, TikTok, Tokopedia, dan TikTok Shop juga menggelar berbagai program dan aktivasi.

TikTok LIVE menghadirkan konser “Sparkle on Sound” pada 7 Maret 2026 di Luminous Sphere Venue yang menampilkan sejumlah musisi seperti King Nassar, Isyana Sarasvati, Nadin Amizah, hingga Cece Caramel.

Selain itu, TikTok juga mengadakan festival KOLAK Ramadan (Koleksi Laris di TikTok selama Ramadan) pada 13–15 Maret 2026 di Gandaria City yang melibatkan lebih dari 20 brand serta UMKM.

Program lain yang turut dihadirkan adalah donasi “Makan dengan Makna” bersama Foodbank of Indonesia yang bertujuan membantu masyarakat yang membutuhkan selama Ramadan.

Di sisi lain, Tokopedia juga menyediakan layanan pembayaran zakat fitrah secara daring. Pada Ramadan tahun lalu, dana zakat yang terkumpul melalui platform tersebut mencapai lebih dari Rp5,6 miliar dari sekitar 120 ribu wajib zakat.

Tokopedia juga menghadirkan program “Takjil Keliling” bersama Jago Coffee dengan membagikan 8.000 gift card serta 22.000 takjil di sepuluh titik di Jakarta.

Selain berbagai kegiatan tersebut, beragam promo juga ditawarkan kepada pengguna. Di Tokopedia, pembeli berkesempatan mendapatkan program belanja dibayarin hingga Rp4 miliar per hari melalui program “Kejar Ketupat”, flash sale Rp10.000 per jam, serta diskon hingga 90 persen di toko berlabel Mall.

Sementara di TikTok Shop, pengguna dapat menemukan berbagai penawaran menarik seperti flash sale iPhone 17 seharga Rp1.000 serta diskon hingga Rp1,2 juta untuk produk elektronik.

Communications Senior Lead Tokopedia dan TikTok Shop Indonesia, Antonia Adega, menegaskan bahwa kolaborasi antarplatform akan terus diperkuat untuk mendukung aktivitas ekonomi digital.

“Tiktok, Tokopedia dan TikTok Shop akan terus memperkuat kolaborasi guna menciptakan inovasi yang memfasilitasi #JualanNyaman dan memberikan pengalaman #BelanjaAman kepada pelanggan,” tutupnya.

Terkini