JAKARTA - Perubahan harga bahan bakar minyak kembali terjadi seiring penyesuaian berkala yang dilakukan Pertamina.
Kenaikan ini menjadi perhatian masyarakat karena berdampak langsung pada aktivitas harian. Terutama bagi pengguna kendaraan pribadi dan pelaku usaha transportasi.
Berikut adalah daftar harga Bahan Bakar Minyak Pertamina yang berlaku pada Jumat 27 Maret 2026. Harga BBM kategori nonsubsidi mengalami kenaikan dalam penyesuaian harga untuk periode Maret 2026. Penyesuaian ini mencerminkan dinamika harga energi global yang terus bergerak.
Di wilayah Jawa Barat, harga Pertamax naik sebesar Rp500 dari Rp11.800 sehingga kini dibanderol Rp12.300 per liter. Kenaikan ini menjadi salah satu yang paling disorot oleh masyarakat. Dampaknya dirasakan langsung oleh pengguna BBM jenis tersebut.
Kenaikan Terjadi di Berbagai Produk BBM
Selain Pertamax, beberapa produk BBM lainnya juga mengalami penyesuaian harga. Perubahan ini terjadi merata di berbagai jenis bahan bakar nonsubsidi. Kenaikan tersebut menunjukkan tren serupa di seluruh lini produk.
Lalu, Pertamax Turbo juga mengalami kenaikan Rp400, di mana harga yang semula Rp12.700 kini berubah menjadi Rp13.100 per liter. Sementara itu, produk Pertamax Green turut disesuaikan naik Rp450 dari Rp12.450 menjadi Rp12.900 per liter. Penyesuaian ini memperlihatkan adanya pergerakan harga yang konsisten.
Kenaikan harga ini pun merambah ke lini Dex Series yang digunakan kendaraan diesel. Pertamina Dex mencatat kenaikan tertinggi sebesar Rp1.000 dari Rp13.500 ke Rp14.500 per liter. Terakhir, harga Dexlite meningkat sebesar Rp950 dari Rp13.250 menjadi Rp14.200 per liter.
Rincian Harga BBM di Wilayah Jawa dan Sekitarnya
Di wilayah DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat, harga BBM menunjukkan angka yang seragam. Pertamax dibanderol Rp12.300 per liter dan Pertamax Turbo Rp13.100 per liter. Pertamax Green berada di harga Rp12.900 per liter.
Untuk produk diesel, Pertamina Dex tercatat Rp14.500 per liter dan Dexlite Rp14.200 per liter. Sementara itu, Pertalite tetap berada di angka Rp10.000 per liter. Biosolar juga tidak mengalami perubahan dengan harga Rp6.800 per liter.
Wilayah Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur juga memiliki struktur harga yang sama. Keseragaman ini memudahkan masyarakat dalam memahami perubahan harga. Selain itu, stabilitas harga subsidi tetap terjaga.
Sebaran Harga BBM di Luar Pulau Jawa
Harga BBM di luar Pulau Jawa menunjukkan variasi tergantung wilayah distribusi. Beberapa daerah seperti Sumatera Barat, Riau, dan Kalimantan Selatan memiliki harga lebih tinggi. Pertamax di wilayah tersebut mencapai Rp12.900 per liter.
Di wilayah Aceh dan Sumatera Utara, Pertamax dibanderol Rp12.600 per liter. Pertamax Turbo berada di harga Rp13.350 per liter dan Pertamina Dex Rp14.800 per liter. Dexlite berada di angka Rp14.500 per liter.
Sementara itu, di kawasan Free Trade Zone seperti Sabang dan Batam, harga BBM cenderung lebih rendah. Pertamax di Sabang berada di Rp11.550 per liter dan di Batam Rp11.750 per liter. Hal ini dipengaruhi oleh kebijakan khusus di wilayah perdagangan bebas.
Daftar Harga BBM di Berbagai Provinsi
Berikut adalah gambaran harga BBM Pertamina di sejumlah wilayah Indonesia:
| Wilayah | Pertamax | Pertamax Turbo | Pertamina Dex | Dexlite | Pertalite | Biosolar |
|---|---|---|---|---|---|---|
| Aceh | Rp12.600 | Rp13.350 | Rp14.800 | Rp14.500 | Rp10.000 | Rp6.800 |
| Sumatera Barat | Rp12.900 | Rp13.650 | Rp15.100 | Rp14.800 | Rp10.000 | Rp6.800 |
| DKI Jakarta | Rp12.300 | Rp13.100 | Rp14.500 | Rp14.200 | Rp10.000 | Rp6.800 |
| Jawa Barat | Rp12.300 | Rp13.100 | Rp14.500 | Rp14.200 | Rp10.000 | Rp6.800 |
| Jawa Tengah | Rp12.300 | Rp13.100 | Rp14.500 | Rp14.200 | Rp10.000 | Rp6.800 |
| Bali | Rp12.300 | Rp13.100 | Rp14.500 | Rp14.200 | Rp10.000 | Rp6.800 |
| Kalimantan Selatan | Rp12.900 | Rp13.650 | Rp15.100 | Rp14.800 | Rp10.000 | Rp6.800 |
| Papua | Rp12.600 | Rp13.350 | - | Rp14.500 | Rp10.000 | Rp6.800 |
Tabel ini memberikan gambaran umum mengenai perbedaan harga antarwilayah. Perbedaan tersebut dipengaruhi oleh faktor distribusi dan kebijakan daerah. Masyarakat dapat menyesuaikan kebutuhan berdasarkan informasi ini.
Dampak dan Harapan Masyarakat ke Depan
Kenaikan harga BBM tentu membawa dampak terhadap berbagai sektor kehidupan. Biaya transportasi dan logistik berpotensi mengalami penyesuaian. Hal ini juga dapat memengaruhi harga barang dan jasa.
Masyarakat diharapkan dapat menyesuaikan pola konsumsi energi secara lebih bijak. Penggunaan kendaraan secara efisien menjadi salah satu langkah yang dapat dilakukan. Selain itu, alternatif transportasi juga dapat dipertimbangkan.
Dengan adanya informasi yang transparan, masyarakat dapat lebih siap menghadapi perubahan harga. Kebijakan ini diharapkan tetap menjaga keseimbangan antara kebutuhan energi dan stabilitas ekonomi. Ke depan, diharapkan harga dapat tetap terkendali dan tidak memberatkan masyarakat.