Aman Nggak Menyemprot Parfum di Leher? Ini Kata Ahli

Senin, 30 Maret 2026 | 09:05:16 WIB
Aman Nggak Menyemprot Parfum di Leher? Ini Kata Ahli

JAKARTA - Banyak orang punya kebiasaan menyemprotkan parfum di area leher sebelum beraktivitas. Alasannya sederhana, bagian ini dianggap sebagai titik yang tepat agar aroma parfum lebih tahan lama dan menyebar lebih maksimal. 

Letaknya yang dekat dengan denyut nadi serta suhu tubuh yang cenderung hangat membuat leher sering dipercaya sebagai salah satu spot terbaik untuk memakai wewangian.

Namun, di balik kebiasaan yang terbilang umum ini, muncul kekhawatiran yang membuat sebagian orang mulai ragu. Ada anggapan bahwa menyemprotkan parfum di leher bisa berdampak pada kesehatan, khususnya berkaitan dengan fungsi tiroid. 

Karena letaknya berdekatan dengan area kelenjar tiroid, tak sedikit yang bertanya-tanya apakah bahan kimia dalam parfum bisa memberi efek tertentu jika digunakan terus-menerus di titik tersebut.

Pertanyaan ini pun menjadi semakin relevan karena saat ini banyak orang lebih sadar terhadap kandungan produk yang digunakan setiap hari. 

Tidak hanya skincare atau body care, parfum juga mulai diperhatikan dari sisi komposisi dan potensi efek jangka panjangnya terhadap tubuh. Lalu, apakah benar menyemprotkan parfum di leher berbahaya? Atau justru kekhawatiran tersebut tidak sepenuhnya tepat?

Agar tidak salah paham, penting untuk melihat penjelasan para ahli mengenai hal ini. Dengan memahami bagaimana parfum bekerja saat menempel di kulit dan bagaimana tubuh merespons kandungannya, kamu bisa tetap memakai wewangian favorit dengan lebih tenang. Yuk, simak penjelasannya!

Kebiasaan Menyemprotkan Parfum di Leher Banyak Dilakukan

Menyemprotkan parfum ke area leher menjadi salah satu kebiasaan yang sering dilakukan untuk membuat wanginya terasa lebih tahan lama. 

Tak sedikit orang percaya bahwa titik ini mampu membantu menyebarkan wangi parfum secara maksimal karena dekat dengan denyut nadi dan suhu tubuh yang lebih hangat.

Karena alasan itulah, leher sering menjadi area favorit selain pergelangan tangan. Banyak orang merasa aroma parfum lebih “keluar” dan bertahan lebih lama ketika disemprotkan di titik-titik tubuh yang hangat. 

Dari sisi kebiasaan, hal ini memang sudah sangat umum dilakukan dan dianggap sebagai cara praktis agar parfum bekerja lebih optimal sepanjang hari.

Namun, di balik kebiasaan tersebut, muncul anggapan bahwa menyemprotkan parfum di area leher dapat memengaruhi fungsi tiroid. Lantas, benarkah kebiasaan ini aman untuk dilakukan? 

Pertanyaan inilah yang kemudian membuat banyak orang mulai mencari tahu apakah lokasi penyemprotan benar-benar punya pengaruh terhadap kesehatan.

Kaitan Parfum dan Tiroid Perlu Dipahami dengan Tepat

Melansir Good Housekeeping, beberapa bahan wewangian dalam parfum diketahui dapat mengganggu sistem endokrin, yang berperan dalam mengatur hormon seperti estrogen dan hormon tiroid yang terkait dengan metabolisme.

 Hal inilah yang kemudian memunculkan anggapan bahwa menyemprotkan parfum di area leher dapat menimbulkan risiko tertentu.

Kekhawatiran tersebut sebenarnya muncul bukan tanpa alasan. Saat seseorang mengetahui bahwa beberapa bahan kimia dalam parfum bisa memengaruhi sistem hormon, area leher menjadi sorotan karena lokasinya yang dekat dengan kelenjar tiroid. 

Dari sinilah asumsi berkembang bahwa penyemprotan langsung di leher bisa membuat bahan parfum lebih cepat atau lebih mudah memengaruhi organ tersebut.

Padahal, memahami hubungan antara kandungan parfum dan cara tubuh menyerap zat kimia menjadi hal penting sebelum menarik kesimpulan. 

Tidak semua risiko yang berkaitan dengan kandungan produk otomatis bergantung pada lokasi pemakaian, terutama jika proses penyerapannya melalui kulit dan aliran darah secara umum.

Penjelasan Ahli Soal Keamanan Menyemprotkan Parfum di Leher

Ahli endokrinologi, Elizabeth Pearce, MD, menjelaskan bahwa meski beberapa kandungan parfum berpotensi mengganggu fungsi tiroid, hal tersebut tidak berkaitan langsung dengan lokasi penyemprotan di leher.

Saat parfum disemprotkan, sebagian komponennya memang bisa terserap melalui kulit dalam pembuluh darah kecil.

Akan tetapi, zat itu akan masuk ke aliran darah dan mengalami pengenceran sebelum beredar ke organ-organ tubuh, termasuk kelenjar tiroid. Artinya, tubuh tidak membuat jalur khusus hanya karena parfum dipakai di area leher. 

Proses penyerapannya tetap berlangsung seperti zat lain yang menempel pada permukaan kulit.

Dengan kata lain, menyemprotkan parfum di leher tidak memberikan jalur khusus atau lebih cepat bagi bahan kimia untuk mencapai kelenjar tiroid dibandingkan jika digunakan di area kulit lain, seperti pergelangan tangan. 

Penjelasan ini penting untuk meluruskan anggapan yang berkembang di masyarakat.

Jadi, jika kekhawatiranmu hanya karena letak penyemprotan dekat dengan tiroid, para ahli menegaskan bahwa posisi tersebut bukan faktor utama yang membuat parfum menjadi lebih berbahaya. 

Yang justru perlu diperhatikan adalah kandungan bahan kimia di dalam produknya, bukan semata-mata titik pemakaiannya.

Yang Perlu Diwaspadai Adalah Kandungan dalam Parfum

Perlukah menghindari bahan kimia dalam parfum? Para ahli memang menyarankan untuk membatasi paparan bahan kimia yang berpotensi mengganggu fungsi tiroid.

 Ahli endokrinologi yang berbasis di Kota New York, Florence Comite, MD, merekomendasikan agar kamu lebih teliti dalam memeriksa label pada parfum, sabun, maupun losion, serta menghindari produk yang mengandung ftalat atau paraben.

Saran ini menunjukkan bahwa fokus utamanya bukan pada kebiasaan menyemprotkan parfum di leher, melainkan pada bahan yang digunakan di dalam produk tersebut. 

Dengan lebih teliti membaca label, kamu bisa meminimalkan paparan zat yang berpotensi mengganggu sistem endokrin, terutama jika produk tersebut digunakan setiap hari dalam jangka panjang.

Selain itu, penting untuk diingat bahwa zat pengganggu endokrin tidak hanya ditemukan dalam produk perawatan pribadi. 

Paparan juga bisa berasal dari berbagai sumber di sekitarmu, seperti plastik (misalnya BPA atau flatat), produk pembersih, makanan kaleng, hingga pestisida, Beauties.

Artinya, jika ingin lebih waspada terhadap kesehatan hormon dan fungsi tiroid, pendekatannya perlu lebih menyeluruh. Bukan hanya soal parfum, tetapi juga kebiasaan harian lain yang membuat tubuh terpapar bahan kimia dari berbagai arah.

Itulah penjelasan mengenai kebiasaan menyemprotkan parfum di area leher. Secara umum, hal ini aman dilakukan selama kamu tetap memperhatikan kandungan produk yang digunakan. 

Jadi, kamu tidak perlu panik hanya karena memakai parfum di leher, tetapi tetap penting untuk lebih cermat memilih produk agar tubuh tetap nyaman dan kesehatan tetap terjaga.

Terkini