JAKARTA - Pertemuan tingkat tinggi antara Indonesia dan Jepang kembali menegaskan arah baru hubungan bilateral yang semakin strategis.
Dalam suasana resmi namun hangat, Presiden RI Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi memanfaatkan momentum ini untuk memperkuat kolaborasi di berbagai bidang sekaligus menyuarakan komitmen bersama terhadap stabilitas global.
Awal Pertemuan yang Sarat Makna Diplomatik
Presiden RI Prabowo Subianto melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri (PM) Jepang Sanae Takaichi di Akasaka Palace, Tokyo, Jepang, pada Selasa. Dalam pertemuan ini, keduanya membahas pertemuan bilateral sejumlah kerja sama strategis.
Kedatangan Prabowo ke Akasaka Palace disambut langsung oleh PM Sanae. Mereka lalu memasuki ruangan Istana dan menuju mimbar kehormatan.
Pertemuan dua petinggi negara ini diawali lagu kebangsaan Indonesia dan Jepang. Usai lagu kebangsaan selesai dikumandangkan, keduanya melakukan inspeksi pasukan yang telah berjajar rapi di dalam ruangan.
Setelahnya, Prabowo dan Sanae memperkenalkan para menteri maupun delegasi masing-masing yang ikut.
Mengawali pertemuan ini, Presiden Prabowo mengatakan Indonesia dan Jepang adalah sahabat dekat. "Indonesia dan Jepang adalah sahabat dekat dan mitra strategis," kata Prabowo.
Menurut Prabowo, hubungan Indonesia dan Jepang juga sudah sangat lama dibangun atas dasar kepercayaan dan saling menghormati kepentingan bersama.
Di hadapan PM Jepang, Prabowo mengucapkan terima kasih atas sambutan hangat yang diberikan selama kunjungannya di Negeri Sakura. Kepala Negara meyakini kunjungannya ke Jepang akan menghasilkan langkah konkret yang dapat segera ditindaklanjuti untuk memperkokoh hubungan kedua negara.
"Di tengah dinamika geopolitik dunia yang sangat kompleks, Indonesia dan Jepang harus menjadi bagian dari stabilitas dan solusi," lanjut Prabowo.
Kesepakatan Penting Soal Perdamaian Dunia
Proses pertemuan bilateral dilakukan tertutup, namun kedua pihak memberikan pernyataan pers kepada awak media setelahnya. Dalam pernyataannya, Prabowo menyampaikan Indonesia dan Jepang sepakat menjaga perdamaian dunia dan siap menjadi mediator konflik global.
“Kami sepakat bahwa baik Jepang dan Indonesia akan berusaha keras untuk meyakinkan semua pihak untuk melakukan deeskalasi. Dan kami pun siap untuk menjadi mediator bila diperlukan dan untuk fasilitasi usaha-usaha deeskalasi dan arah menuju perdamaian,” ujar Prabowo.
Prabowo menilai, Indonesia dan Jepang memiliki pandangan yang sejalan terkait upaya deeskalasi konflik. Hubungan erat antara Indonesia dan Jepang menjadi contoh konkret kolaborasi yang mampu menjaga stabilitas regional.
"Kami sangat prihatin dengan keadaan ini, dan di tengah ketidakpastian itu hubungan baik kerja sama antara Indonesia dan Jepang adalah contoh kolaborasi yang mengarah dan menjamin stabilitas dan perdamaian di kawasan kita,” ucap dia.
Selain itu, Prabowo juga menegaskan Indonesia dan Jepang berkomitmen untuk terus menjaga dan meningkatkan hubungan yang telah terjalin erat selama ini.
Penguatan Kerja Sama Ekonomi dan Energi
Di sektor ekonomi, kerja sama di berbagai sektor juga dibahas dalam pertemuan ini. Mulai dari bidang energi, kelautan, maritim, hingga perikanan.
"Kami, Indonesia akan bekerja keras untuk mempercepat ratifikasi dan implementasi dari protokol amendemen Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement. Saya berharap dalam waktu cepat ini bisa kita selesaikan," lanjut dia.
Eks Menteri Pertahanan ini juga mengajak Jepang untuk partisipasi dalam ekonomi Indonesia, termasuk terkait mineral kritis. "Juga kerja sama kemitraan di bidang mineral kritis dan rare earth, juga kami mengundang Jepang partisipasi dalam industrialisasi Indonesia dengan hilirisasi," ujar Prabowo.
Tak hanya itu, Prabowo mengatakan Indonesia terbuka untuk kerja sama di bidang energi terbarukan dan energi nuklir. Indonesia juga disebut akan mendorong Asia Zero Emission Community yang banyak melibatkan perusahaan-perusahaan Jepang.
"Dan kami akan mempercepat dan membantu debottlenecking proyek-proyek yang ada sebagai contoh Legok Nangka maupun Sarulla," ucapnya.
Selain sektor industri dan energi, kerja sama juga mencakup penguatan sumber daya manusia. Prabowo mengapresiasi peran Jepang dalam membuka peluang bagi generasi muda Indonesia.
"Juga kami sangat berterima kasih bahwa pemuda-pemudi kami banyak diberi kesempatan belajar di Jepang di semua bidang dan juga banyak tenaga kerja kami juga diizinkan untuk magang di Jepang ini," ucapnya.
Lebih lanjut, Prabowo menyorot soal penguatan sektor tenaga kerja hingga pariwisata. Ia juga mengundang Jepang untuk ikut bersama-sama dalam berkolaborasi di semua bidang termasuk pendidikan dan pariwisata. "Saudara-saudara sekalian, Indonesia dan Jepang berkomitmen untuk terus menjaga dan meningkatkan hubungan yang sudah berjalan baik ini," tegasnya.
Undangan Resmi dan Lanjutan Kunjungan Kenegaraan
Di akhir pidatonya, Prabowo pun mengajak PM Sanae untuk berkunjung secara resmi ke Indonesia. Jika Sanae datang ke Indonesia, Prabowo janji akan menyambutnya dengan hangat.
"Sekali lagi saya sangat merasa dihormati oleh pemerintah dan oleh bangsa Jepang dan saya ingin mengundang yang mulia Perdana Menteri Jepang, yang mulia Takaichi Sanae untuk berkunjung resmi di Indonesia," kata Prabowo.
Kemudian, juga sangat mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih atas sambutan yang begitu hangat dan terhormat yang diterimanya selama di Jepang.
"Serta undangan yang diberikan kepada saya untuk berkunjung ke Jepang pada musim bunga Sakura yang indah ini," lanjut dia.
Secara khusus, Prabowo menyampaikan selamat atas kemenangan Sanae Takaichi dalam pemilihan di Jepang.
"Sebagai sesama politisi saya ucapkan selamat atas kemenangan yang mulia dengan sangat besar dalam pemilihan yang baru saja dilaksanakan di Jepang," ucap Prabowo.
Pada hari yang sama, selepas pertemuan di Akasaka Palace, Prabowo melanjutkan perjalanan ke Seoul, Korea Selatan. Dari keterangan Sekretariat Presiden, Presiden RI beserta rombongan lepas landas dari Bandar Udara Haneda, Tokyo, Jepang pada pukul 17.15 waktu setempat.
Pesawat yang membawa Prabowo itu mendarat di Pangkalan Udara Militer Seongnam, Seoul, Korea Selatan sekitar pukul 19.15 waktu setempat.
Setidaknya ada 21 kali dentuman meriam salvo yang bergema sebagai bentuk penghormatan kenegaraan untuk Prabowo. Di bawah tangga pesawat, Kepala Negara disambut dengan penghormatan dari 20 personel pasukan jajar kehormatan. Sejumlah petinggi Korea Selatan pun juga menyambut Presiden Prabowo, sementara dari pihak Indonesia turut hadir perwakilan diplomatik.
Adapun selama berada di Seoul, Prabowo diagendakan menjalani rangkaian kunjungan kenegaraan, termasuk upacara penyambutan oleh Presiden Republik Korea di Blue House.
Kunjungan ini diharapkan semakin mempererat hubungan persahabatan dan kemitraan strategis serta membuka peluang kerja sama yang lebih luas dan saling menguntungkan di masa mendatang.