Ronaldo

Momen Teriakan Jorge Jesus ke Ronaldo Bukan Tanda Keretakan Al Nassr

Momen Teriakan Jorge Jesus ke Ronaldo Bukan Tanda Keretakan Al Nassr
Momen Teriakan Jorge Jesus ke Ronaldo Bukan Tanda Keretakan Al Nassr

JAKARTA - Kemenangan tipis Al Nassr atas Al Taawoun ternyata menyisakan satu momen yang sempat memancing perhatian banyak pihak. Bukan soal skor akhir atau gol bunuh diri yang menentukan hasil, melainkan interaksi singkat antara pelatih Jorge Jesus dan Cristiano Ronaldo di tengah pertandingan.

Al Nassr menang 1-0 dalam lanjutan Saudi Pro League, Selasa  dini hari WIB. Satu-satunya gol lahir dari bunuh diri Al Dossari pada menit ke-45, memastikan tiga poin tetap berada di kandang. Namun, sorotan justru tertuju pada kejadian ketika Jorge Jesus terdengar berteriak agar Ronaldo tidak mengambil tendangan bebas.

Sekilas, momen tersebut terlihat seperti ketegangan antara pelatih dan sang megabintang. Apalagi Ronaldo dikenal sebagai salah satu eksekutor bola mati utama sepanjang kariernya. Akan tetapi, situasi sebenarnya jauh dari kesan adanya konflik di dalam tim.

Awal Laga dan Peran Aktif Ronaldo

Sejak awal pertandingan, Cristiano Ronaldo tampil aktif memimpin lini serang Al Nassr. Ia nyaris membuka keunggulan cepat pada menit-menit pertama melalui tembakan keras yang sayangnya hanya membentur mistar gawang.

Pergerakan Ronaldo terus merepotkan pertahanan Al Taawoun. Selain mencari ruang untuk mencetak gol, ia juga berperan dalam menciptakan peluang bagi rekan-rekannya. Salah satunya terjadi saat Al Nassr mendapat tendangan bebas di area berbahaya.

Umpan hasil situasi bola mati itu berhasil disambut sundulan Simakan dan sempat berbuah gol. Namun, wasit menganulirnya setelah pengecekan menunjukkan posisi offside. Meski tak tercatat sebagai assist resmi, kontribusi Ronaldo dalam membangun ancaman tetap terlihat jelas.

Teriakan Jorge Jesus yang Jadi Sorotan

Di tengah jalannya pertandingan, kamera menyorot momen ketika Jorge Jesus berteriak dari pinggir lapangan. Ia terdengar mengatakan “not again” sambil memberi instruksi agar Ronaldo tidak kembali mengambil tendangan bebas.

Ronaldo yang mendengar instruksi tersebut tidak menunjukkan gestur keberatan. Ia justru langsung mematuhinya dan membiarkan Marcelo Brozovic mengambil alih sebagai eksekutor. Situasi itu berlangsung cepat, tetapi cukup untuk memunculkan berbagai spekulasi.

Sebagian pihak menilai ada ketegangan antara pelatih dan pemain bintang tersebut. Narasi “ribut-ribut” pun sempat mencuat, seolah-olah terjadi perbedaan pendapat serius di tengah pertandingan. Padahal, konteks taktis di balik keputusan itu punya penjelasan yang jauh lebih sederhana.

Alasan Taktis di Balik Keputusan Pelatih

Berdasarkan informasi dari dalam tim, tidak ada persoalan pribadi antara Jorge Jesus dan Cristiano Ronaldo. Instruksi tersebut murni didasari pertimbangan taktik sesuai situasi di lapangan saat itu.

Posisi tendangan bebas berada di sisi lapangan yang dinilai lebih ideal untuk dikirim sebagai umpan ke kotak penalti. Dalam skema tersebut, Jesus ingin Ronaldo berada di dalam kotak sebagai target man, bukan berdiri di belakang bola sebagai pengumpan.

Dengan postur, insting gol, dan kemampuannya membaca arah bola, Ronaldo dianggap lebih berbahaya saat menunggu kiriman umpan dibanding mengeksekusi langsung. Karena itulah, tugas pengambil tendangan dialihkan kepada Brozovic yang memang piawai mengirim umpan terukur dari bola mati.

Keputusan itu menunjukkan bahwa peran Ronaldo di lapangan tetap sentral, hanya saja fungsinya disesuaikan dengan kebutuhan taktis pada momen tertentu. Hal semacam ini lazim terjadi dalam pertandingan, terutama ketika pelatih melihat peluang lebih besar melalui skema berbeda.

Hubungan Ronaldo dan Jesus Tetap Harmonis

Selepas pertandingan, tidak terlihat tanda-tanda keretakan antara Ronaldo dan Jorge Jesus. Keduanya tetap berinteraksi normal, dan suasana di dalam tim disebut tetap kondusif.

Cristiano Ronaldo juga masih menjadi eksekutor utama tendangan bebas Al Nassr, khususnya dalam situasi yang berada tepat di depan kotak penalti dan memungkinkan tembakan langsung ke gawang. Artinya, perubahan peran dalam satu momen laga tersebut bukanlah penurunan kepercayaan, melainkan penyesuaian strategi.

Kejadian ini sekaligus menggambarkan dinamika pertandingan yang penuh keputusan cepat dari pinggir lapangan. Pelatih berhak mengatur siapa melakukan apa, sementara pemain profesional seperti Ronaldo memahami bahwa instruksi tersebut bertujuan untuk kepentingan tim.

Pada akhirnya, yang terpenting bagi Al Nassr adalah hasil akhir. Kemenangan 1-0 atas Al Taawoun menjaga posisi mereka dalam persaingan papan atas liga. Di balik tiga poin tersebut, momen singkat antara pelatih dan bintang lapangan justru menegaskan bahwa taktik dan komunikasi tetap berjalan, bukan konflik seperti yang sempat dibayangkan banyak orang.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index