UMKM

Kemenhaj Integrasikan Layanan Oleh-Oleh Haji Dengan Pemberdayaan Ekonomi Kreatif

Kemenhaj Integrasikan Layanan Oleh-Oleh Haji Dengan Pemberdayaan Ekonomi Kreatif
Kemenhaj Integrasikan Layanan Oleh-Oleh Haji Dengan Pemberdayaan Ekonomi Kreatif

JAKARTA - Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia kini sedang mengembangkan sebuah platform digital khusus untuk pemesanan oleh-oleh haji.

Inovasi ini bertujuan untuk memberikan kenyamanan lebih bagi para jemaah sekaligus memberikan ruang bagi para pelaku UMKM nasional dalam memperluas pasar.

Transformasi layanan ini memungkinkan setiap jemaah untuk membeli beragam produk khas haji asal Indonesia jauh sebelum jadwal keberangkatan mereka tiba.

Sistem pengiriman produk akan dilakukan secara langsung ke alamat rumah masing-masing jemaah sehingga beban bawaan selama di perjalanan menjadi lebih ringan.

Optimalisasi Potensi Ekonomi Haji Nasional Melalui Program Pemberdayaan UMKM

Pemerintah menyadari bahwa dana penyelenggaraan ibadah haji yang mencapai angka triliunan rupiah setiap tahun memiliki potensi dampak ekonomi yang sangat besar sekali.

Harapan besar dari pimpinan negara adalah agar perputaran dana haji tidak hanya terserap di negara tujuan tetapi juga dapat dirasakan manfaatnya oleh rakyat Indonesia.

Melalui pengembangan ekosistem ekonomi haji yang terintegrasi, para pelaku usaha mikro kini mendapatkan kepastian pasar yang jauh lebih jelas dan terukur.

Langkah strategis ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperkuat struktur ekonomi masyarakat melalui sektor pelayanan jasa ibadah keagamaan nasional.

Daftar Produk Unggulan Lokal Yang Tersedia Dalam Platform Digital Oleh-Oleh Haji

Berbagai produk kerajinan serta makanan khas daerah dari seluruh penjuru nusantara akan dipamerkan dan dijual melalui aplikasi atau platform resmi kementerian tersebut.

Jemaah dapat menemukan produk kurma lokal unggulan yang berasal dari wilayah Nusa Tenggara Barat serta daerah Pasuruan yang memiliki kualitas ekspor.

Selain itu, tersedia pula perlengkapan ibadah seperti sajadah, tasbih, hingga produk kerajinan tangan yang mencerminkan kekayaan budaya dari berbagai wilayah di Indonesia.

Penyediaan produk lokal ini sekaligus mempromosikan identitas bangsa di tengah momen sakral pelaksanaan rukun Islam kelima bagi jutaan warga muslim tanah air.

Integrasi Kebutuhan Pangan Jemaah Menggunakan Produk Bumbu Khas Nusantara

Selain fokus pada sektor oleh-oleh, pemerintah juga mendorong penggunaan produk pangan olahan asal Indonesia untuk memenuhi kebutuhan konsumsi para jemaah.

Tersedia sekitar puluhan varian bumbu khas nusantara yang telah memenuhi standar ketat keamanan pangan internasional guna menjaga cita rasa masakan tanah air.

Penggunaan makanan siap saji atau ready to eat produksi dalam negeri juga terus ditingkatkan jumlahnya untuk memastikan kualitas gizi jemaah tetap terjaga baik.

Rantai pasok pangan ini melibatkan banyak pelaku usaha nasional yang telah tersertifikasi sehingga aspek kehalalan dan kebersihan produk benar-benar sangat terjamin.

Rencana Strategis Penempatan Tenan UMKM Di Hotel Jemaah Wilayah Arab Saudi

Kementerian juga memiliki rencana untuk menyediakan area khusus atau tenan bagi produk UMKM Indonesia di hotel-hotel tempat jemaah menginap di Mekkah dan Madinah.

Kehadiran gerai fisik ini bertujuan untuk mempermudah akses jemaah terhadap produk-produk kebutuhan harian khas Indonesia meskipun sedang berada di luar negeri.

Selain itu, pemerintah juga sedang menginisiasi rencana ekspor beras nasional untuk memenuhi kebutuhan logistik jemaah haji menyusul adanya surplus panen di tanah air.

Sinergi antar lembaga pemerintah terus diperkuat agar pengelolaan layanan haji dapat berjalan secara akuntabel, tertib, serta memberikan dampak berkelanjutan bagi ekonomi.

Agenda pengembangan platform digital yang diinformasikan pada Kamis 29 Januari 2026 ini merupakan langkah maju dalam modernisasi sistem pelayanan haji di Indonesia.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji menekankan pentingnya tata kelola yang baik agar program ini dapat memberikan hasil maksimal bagi semua pihak.

Kegiatan expo UMKM oleh-oleh haji juga direncanakan akan digelar di berbagai wilayah mulai dari bagian barat hingga timur Indonesia dalam waktu dekat.

Data terkini pada Jumat 30 Januari 2026 menunjukkan komitmen kuat pemerintah dalam menjadikan momentum haji sebagai sarana peningkatan kesejahteraan sosial masyarakat.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index