JAKARTA - Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, mendapat sambutan hangat dari Menteri Negara UEA, Saeed bin Mubarak Al Hajeri, di Abu Dhabi.
Pertemuan berlangsung begitu Megawati tiba di Bandara Al Bateen. Menteri Negara UEA mengucapkan selamat datang dan menyampaikan harapannya agar Megawati dapat menikmati kunjungan di negara tersebut.
Dalam kesempatan itu, Saeed berbincang santai dengan Megawati sambil mengenalkan beberapa agenda kunjungan. Megawati menanyakan apakah Saeed pernah berkunjung ke Indonesia sebelumnya. Saeed menjawab bahwa ia pernah mengunjungi Jakarta dan Bali, yang menjadi awal terjalinnya hubungan hangat kedua pihak.
Kehangatan sambutan ini menjadi simbol kedekatan diplomatik antara Indonesia dan Uni Emirat Arab. Pertemuan juga didampingi Duta Besar Indonesia untuk UEA, yang turut memastikan kelancaran agenda. Dialog santai ini membuka kesempatan bagi diskusi lebih lanjut mengenai kerja sama dan kunjungan budaya.
Undangan Kunjungan ke Museum Nasional Zayed
Di tengah perbincangan, Saeed mengundang Megawati untuk berkunjung ke Museum Nasional Zayed. Museum tersebut berada hanya beberapa menit dari hotel tempat Megawati menginap. Undangan ini disambut positif dan langsung dicatat dalam jadwal kunjungan Presiden ke-5 RI.
Museum Nasional Zayed merupakan pusat sejarah dan budaya penting di Abu Dhabi. Lokasinya strategis di Distrik Budaya Saadiyat, menampilkan perjalanan bangsa UEA dari zaman kuno hingga modern. Megawati dijadwalkan mengunjungi museum ini sebagai bagian dari agenda budaya pada kunjungan kerjanya.
Saeed menjelaskan bahwa museum ini memuat kisah Bapak Pendiri UEA, Sheikh Zayed bin Sultan Al Nahyan. Nilai-nilai yang diusung Sheikh Zayed dijadikan teladan hingga saat ini. Kunjungan ini diharapkan memperkuat pemahaman Megawati mengenai budaya dan sejarah UEA.
Agenda Kunjungan Megawati di Abu Dhabi
Selain Museum Nasional Zayed, Megawati memiliki sejumlah agenda penting selama kunjungan kerja. Ia akan menghadiri Zayed Award 2026 Annual Ceremony. Pertemuan dengan Putra Mahkota Abu Dhabi, Sheikh Khaled Bin Mohamed Bin Zayed Al Nahyan, juga menjadi bagian dari kunjungan resmi tersebut.
Kegiatan ini dirancang untuk memperkuat hubungan diplomatik dan kerja sama antara Indonesia dan Uni Emirat Arab. Kehadiran Megawati pada acara internasional ini menegaskan posisi Indonesia dalam forum global. Selain itu, kunjungan tersebut memberikan peluang bagi diplomasi budaya yang saling menguntungkan.
Sejumlah pejabat PDIP turut mendampingi Megawati, termasuk Ketua DPP Bidang Luar Negeri dan Kepala Badan Riset dan Analisa Kebijakan Strategis partai. Pendampingan ini memastikan seluruh agenda berjalan lancar dan sesuai protokol. Kehadiran mereka juga mempermudah koordinasi selama kunjungan berlangsung.
Pendampingan Keluarga dan Tim Partai
Megawati didampingi oleh putranya, M Prananda Prabowo, selama kunjungan kerja di UEA. Kehadiran keluarga memberikan dukungan pribadi sekaligus simbol kontinuitas kepemimpinan. Selain itu, tim partai turut hadir untuk memastikan seluruh agenda politik dan budaya berjalan sesuai rencana.
Ketua DPP Bidang Luar Negeri Ahmad Basarah membantu Megawati memeriksa jadwal kunjungan dan mengatur koordinasi dengan pihak tuan rumah.
Kepala Badan Riset dan Analisa Kebijakan Strategis PDIP juga hadir untuk mendukung agenda strategis partai. Pendampingan ini memudahkan Megawati dalam menjalani seluruh rangkaian kegiatan.
Duta Besar Indonesia untuk Tunisia yang juga Ketua DPP Bidang Agama PDIP (non-aktif) hadir dalam rangka pendampingan diplomatik. Kehadiran pejabat ini menambah bobot protokol resmi kunjungan. Tim pendamping memastikan komunikasi dengan pihak UEA berlangsung lancar dan efektif.
Tujuan Kunjungan dan Dampak Diplomatik
Kunjungan Megawati ke UEA bertujuan mempererat hubungan diplomatik antara kedua negara. Agenda budaya, termasuk Museum Nasional Zayed, menjadi sarana pemahaman lintas budaya. Kegiatan ini diharapkan membuka peluang kerja sama di bidang politik, ekonomi, dan sosial.
Selain itu, kehadiran Megawati pada Zayed Award menegaskan posisi Indonesia dalam forum internasional. Pertemuan dengan Putra Mahkota Abu Dhabi memberikan kesempatan untuk memperluas jaringan diplomatik. Dampak positif kunjungan ini akan terasa bagi hubungan bilateral dan kolaborasi lintas sektor.
Kunjungan ini juga menunjukkan pentingnya diplomasi budaya dalam menjaga hubungan antarnegara.
Pertemuan santai dan kunjungan resmi berjalan beriringan, menciptakan kesan yang kuat bagi kedua pihak. Dengan demikian, kunjungan Megawati di UEA tidak hanya bersifat simbolis, tetapi juga strategis bagi penguatan hubungan Indonesia-UEA.