Purbaya

Purbaya: Realisasi Pertumbuhan Ekonomi Nasional Tahun 2025 Belum Capai Target Sesuai Harapan

Purbaya: Realisasi Pertumbuhan Ekonomi Nasional Tahun 2025 Belum Capai Target Sesuai Harapan
Purbaya: Realisasi Pertumbuhan Ekonomi Nasional Tahun 2025 Belum Capai Target Sesuai Harapan

JAKARTA - Capaian pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang tahun 2025 tercatat berada pada angka 5,11 persen.

Angka tersebut diakui masih berada di bawah target awal yang telah direncanakan pemerintah.

Kondisi ini memicu berbagai evaluasi mendalam terkait kebijakan ekonomi yang telah diimplementasikan sebelumnya.

Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan pernyataannya Kamis 5 Februari 2026.

Beliau mengakui bahwa realisasi pertumbuhan tersebut memang tidak sesuai dengan janji yang pernah disampaikan.

Meskipun tumbuh secara positif namun akselerasinya dinilai belum cukup kuat untuk melompat lebih tinggi.

Evaluasi Terbuka Terhadap Capaian Indikator Makro Ekonomi Nasional

Faktor global dan domestik ditengarai menjadi penyebab utama terhambatnya laju pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Purbaya menyebutkan bahwa dinamika pasar internasional memberikan tekanan yang cukup signifikan bagi perdagangan dalam negeri.

Konsumsi rumah tangga yang menjadi motor penggerak utama juga belum menunjukkan lonjakan yang sangat masif.

Kesenjangan antara target dan realisasi ini menjadi catatan penting bagi seluruh jajaran otoritas keuangan.

Pemerintah sebelumnya optimis bisa mencapai angka yang lebih tinggi guna mempercepat status negara maju.

Namun realitas di lapangan menunjukkan tantangan struktural yang masih perlu dibenahi secara lebih serius.

Tantangan Sektor Riil Dalam Mendongkrak Angka Pertumbuhan Domestik

Sektor industri manufaktur dan investasi diharapkan dapat berkontribusi lebih besar pada periode mendatang nanti.

Purbaya menegaskan bahwa diperlukan sinergi yang lebih erat antara kebijakan fiskal dan juga moneter.

Langkah ini sangat krusial agar daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah inflasi global.

Pihaknya juga menyoroti pentingnya menjaga stabilitas sistem perbankan untuk mendukung penyaluran kredit ke sektor produktif.

Tanpa dukungan likuiditas yang memadai maka ekspansi dunia usaha akan cenderung mengalami perlambatan yang nyata.

Dibutuhkan terobosan baru agar target ekonomi di tahun berikutnya tidak kembali meleset dari rencana.

Upaya Strategis Pemerintah Dalam Menjaga Momentum Pemulihan Ekonomi

Meski tidak mencapai target namun angka 5,11 persen masih menunjukkan resiliensi ekonomi Indonesia saat ini.

Banyak negara lain justru mengalami kontraksi atau pertumbuhan yang jauh lebih rendah dibanding tanah air.

Pemerintah berkomitmen untuk terus memperbaiki iklim investasi guna menarik lebih banyak modal asing masuk.

Fokus pada pembangunan infrastruktur dan hilirisasi industri tetap menjadi prioritas utama kebijakan ekonomi nasional.

Diharapkan dampak dari kebijakan tersebut dapat dirasakan dalam jangka menengah dan juga jangka panjang.

Purbaya optimis bahwa evaluasi yang jujur akan menjadi landasan perbaikan kebijakan ekonomi yang efektif.

Optimisme Menuju Target Pertumbuhan Yang Lebih Tinggi Di Masa Depan

Perencanaan yang lebih realistis kini menjadi fokus utama pemerintah dalam menyusun anggaran pendapatan belanja.

Masyarakat diharapkan tetap tenang dan terus mendukung program pemulihan ekonomi yang sedang berjalan saat ini.

Sinergi seluruh elemen bangsa adalah kunci utama dalam menghadapi ketidakpastian kondisi ekonomi global sekarang.

Purbaya menutup pernyataannya dengan menekankan pentingnya inovasi dalam setiap kebijakan publik yang diambil pemerintah.

Transformasi ekonomi menuju arah digitalisasi dipandang sebagai peluang besar untuk mengakselerasi pertumbuhan nasional kembali.

Semua pihak berharap agar perekonomian Indonesia mampu bangkit dan mencapai target yang telah ditetapkan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index