QRIS

QRIS: Pembayaran Digital Indonesia dengan 60 Juta Pengguna

QRIS: Pembayaran Digital Indonesia dengan 60 Juta Pengguna
QRIS: Pembayaran Digital Indonesia dengan 60 Juta Pengguna

JAKARTA - QRIS, yang merupakan singkatan dari Quick Response Code Indonesian Standard, telah berkembang pesat sejak diperkenalkan hampir tujuh tahun lalu. 

Sistem pembayaran digital ini telah menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Indonesia, dengan lebih dari 60 juta orang kini menggunakan QRIS. 

Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, mengungkapkan bahwa perkembangan QRIS sejak pertama kali diluncurkan menunjukkan dampak besar terhadap kemajuan sistem pembayaran digital di Tanah Air.

Pada Agustus 2019, Bank Indonesia secara resmi meluncurkan QRIS, yang bertujuan untuk menyatukan berbagai metode pembayaran berbasis QR yang sebelumnya digunakan oleh berbagai platform. 

Perry Warjiyo menjelaskan bahwa QRIS membawa perubahan besar dengan menciptakan satu bahasa standar untuk transaksi digital, yang memudahkan masyarakat dalam bertransaksi menggunakan berbagai metode pembayaran digital yang terintegrasi.

QRIS Menyediakan Solusi Pembayaran Lintas Negara

Seiring berjalannya waktu, penggunaan QRIS semakin berkembang. Sistem ini tidak hanya digunakan di Indonesia, tetapi juga mulai diterima di berbagai negara di Asia, termasuk Malaysia, Thailand, Singapura, dan Jepang. 

Bahkan, dalam waktu dekat, QRIS akan hadir di China dan Korea Selatan. Perry Warjiyo menambahkan bahwa Bank Indonesia juga sedang menjajaki kerja sama dengan negara-negara seperti Saudi Arabia dan India untuk memperluas jaringan QRIS di luar negeri. 

Langkah ini menunjukkan bahwa QRIS tidak hanya menjadi solusi untuk transaksi dalam negeri, tetapi juga menawarkan kemudahan bagi warga negara Indonesia yang melakukan transaksi lintas negara.

Dengan adanya QRIS, transaksi internasional menjadi semakin mudah dilakukan tanpa perlu repot membawa uang tunai atau mengandalkan sistem pembayaran yang berbeda di setiap negara. Hal ini memberikan kenyamanan bagi pengguna, terutama mereka yang sering bepergian ke luar negeri, karena mereka dapat menggunakan satu sistem pembayaran yang terstandarisasi di berbagai negara.

Dominasi Penggunaan QRIS di Jakarta

Data dari Bank Indonesia menunjukkan bahwa Jakarta menyumbang lebih dari 36 persen dari total volume transaksi QRIS secara nasional. Hal ini menandakan tingginya tingkat adopsi sistem pembayaran digital di ibukota, yang didorong oleh berbagai faktor, termasuk kemudahan akses dan penggunaan QRIS di kalangan masyarakat. 

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia DKI Jakarta, Iwan Setiawan, menjelaskan bahwa digitalisasi sistem pembayaran menjadi salah satu faktor pendorong penting bagi pertumbuhan ekonomi di Jakarta, khususnya untuk sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Berdasarkan data yang dihimpun Bank Indonesia, jumlah pengguna QRIS di DKI Jakarta telah mencapai lebih dari 6 juta orang, yang mencakup sekitar 10 persen dari total pengguna QRIS di Indonesia. 

Selain itu, jumlah merchant atau pelaku usaha yang menggunakan QRIS di Jakarta juga sangat signifikan, mencapai lebih dari 6 juta, atau sekitar 24 persen dari total merchant QRIS nasional.

QRIS: Membantu Peningkatan Ekonomi UMKM

Salah satu faktor penting yang mendorong tingginya adopsi QRIS di Jakarta adalah kemudahan yang ditawarkan bagi pelaku UMKM dalam mengakses sistem pembayaran digital. Iwan Setiawan mengungkapkan bahwa mayoritas transaksi digital yang terjadi di Jakarta menggunakan QRIS berasal dari sektor UMKM. 

Banyak pelaku usaha mikro yang mulai mengadopsi sistem pembayaran ini, karena QRIS memungkinkan mereka untuk menerima pembayaran tanpa perlu memiliki mesin EDC (Electronic Data Capture), yang biasanya memerlukan biaya operasional yang cukup besar.

Selain itu, QRIS memberikan kemudahan bagi para pelaku UMKM untuk memperluas jangkauan pasar mereka. Dengan QRIS, UMKM tidak hanya dapat melayani pembeli dari dalam negeri, tetapi juga dapat melakukan transaksi dengan pelanggan dari luar negeri. Hal ini tentunya membuka peluang lebih besar bagi pelaku UMKM untuk berkembang, terutama dalam era digital yang semakin maju.

Masa Depan QRIS di Indonesia

QRIS telah menunjukkan perkembangan yang luar biasa dalam waktu yang relatif singkat. Sistem pembayaran ini tidak hanya memberikan kenyamanan bagi pengguna dalam melakukan transaksi, tetapi juga memberikan keuntungan besar bagi para pelaku usaha, terutama UMKM. Dengan lebih dari 60 juta pengguna di Indonesia, QRIS semakin diterima sebagai metode pembayaran yang praktis dan efisien.

Ke depannya, Bank Indonesia berencana untuk terus memperluas penggunaan QRIS, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Kerja sama dengan berbagai negara untuk memperkenalkan QRIS sebagai sistem pembayaran lintas batas akan semakin memperkuat posisi QRIS sebagai alat pembayaran global yang praktis dan terstandarisasi.

Sebagai kesimpulan, QRIS telah berhasil menciptakan standar baru dalam sistem pembayaran digital di Indonesia, dan kemajuan pesat yang dicapainya menunjukkan bahwa QRIS memiliki potensi besar untuk terus berkembang. 

Dengan semakin banyaknya negara yang menerima QRIS dan semakin banyaknya UMKM yang menggunakannya, masa depan sistem pembayaran ini tampak sangat cerah. QRIS menjadi salah satu alat yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi digital, baik di Indonesia maupun di dunia internasional.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index