JAKARTA - Pergerakan harga pangan menjelang Hari Raya Idul Fitri sering menjadi perhatian masyarakat. Kebutuhan bahan pokok biasanya meningkat seiring bertambahnya aktivitas rumah tangga dan persiapan menyambut Lebaran. Kondisi tersebut kerap memicu perubahan harga di berbagai komoditas pangan di tingkat nasional.
Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah bahan pokok menunjukkan tren kenaikan harga meskipun sebagian komoditas lainnya masih mengalami penurunan. Fluktuasi harga ini dipantau secara berkala oleh pemerintah melalui berbagai sistem informasi guna memastikan stabilitas pasokan dan harga tetap terjaga.
Data dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) menjadi salah satu acuan dalam melihat perkembangan harga bahan pangan di berbagai daerah. Informasi ini penting bagi masyarakat maupun pelaku usaha untuk mengetahui dinamika harga di pasar.
Pada Rabu, sejumlah komoditas seperti cabai, daging sapi, gula pasir, hingga minyak goreng tercatat mengalami kenaikan harga secara rata-rata nasional. Kenaikan tersebut terjadi di tengah meningkatnya permintaan masyarakat menjelang momentum Lebaran.
Pergerakan Harga Beras Di Pasar Nasional
Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS), Rabu (11/3/2026) pukul 10.15 WIB harga beras kualitas bawah berada dikisaran Rp14.450 hingga Rp14.500 per kg.
Harga beras kualitas bawah II naik 0,35% dari hari sebelumnya.
Hal serupa juga terjadi pada harga beras kualitas medium Rp15.950 per kg atau naik 0,31% dibandingkan kemarin.
Kemudian, harga beras kualitas super I naik 0,29% menjadi Rp17.200 per kg.
Kenaikan pada sejumlah jenis beras tersebut menunjukkan adanya pergerakan harga yang relatif stabil meskipun tetap mengalami penyesuaian menjelang periode permintaan yang lebih tinggi.
Beras sendiri merupakan salah satu komoditas pangan utama yang pergerakan harganya selalu menjadi perhatian karena menyangkut kebutuhan pokok masyarakat sehari-hari.
Perubahan Harga Cabai Dan Bumbu Dapur
Harga cabai juga mengalami pergerakan yang cukup beragam pada perdagangan hari ini.
Harga cabai merah keriting turun 1,46% menjadi Rp44.000 per kg.
Harga cabai merah besar naik 2,42% menjadi Rp44.00 per kg dan harga cabai rawit merah naik 10,3% menjadi Rp802.450 per kg.
Harga cabai rawit hijau juga naik 4,12% menjadi Rp54.300 per kg.
Di sisi lain, harga bawang putih ukuran sedang turun secara nasional sebesar 0,87% menjadi Rp40.050 per kg dari hari sebelumnya.
Sementara itu, harga bawang merah juga turun 1,48% menjadi Rp43.00 per kg.
Pergerakan harga cabai dan bumbu dapur ini sering kali dipengaruhi oleh kondisi pasokan, distribusi, serta faktor cuaca yang memengaruhi produksi di tingkat petani.
Harga Daging Ayam Telur Dan Daging Sapi
Komoditas pangan yang berasal dari sektor peternakan juga mengalami perubahan harga.
Komoditas daging sapi murni kualitas I naik 0,62% menjadi Rp145.350 per kg.
Sementara itu, harga daging ayam ras turun 0,12% menjadi Rp41.500 per kg.
Harga telur ayam ras justru mengalami kenaikan sebesar 0,31% menjadi Rp32.750 per kg.
Perubahan harga pada komoditas ini juga berkaitan dengan meningkatnya permintaan masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Produk peternakan seperti daging dan telur biasanya menjadi bahan utama dalam berbagai kebutuhan konsumsi rumah tangga selama periode Lebaran.
Minyak Goreng Dan Gula Pasir Turut Mengalami Kenaikan
Selain komoditas pangan utama, harga minyak goreng juga menunjukkan kenaikan pada perdagangan hari ini.
Harga minyak goreng curah naik 0,26% menjadi Rp19.100 per liter.
Sementara itu, harga minyak goreng kemasan bermerek I naik 0,22% menjadi Rp22.700 per liter.
Harga minyak goreng kemasan bermerek 2 juga naik 0,23% menjadi Rp21.700 per liter.
Harga pangan lainnya seperti gula pasir lokal juga mengalami kenaikan 0,27% hari ini menjadi Rp18.600 per kg atau naik dibandingkan hari sebelumnya.
Kenaikan pada sejumlah komoditas tersebut menjadi bagian dari dinamika pasar menjelang periode konsumsi tinggi seperti Ramadan dan Idul Fitri.
Meski demikian, pemantauan harga pangan secara rutin terus dilakukan guna menjaga stabilitas pasar dan memastikan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat tetap terjaga.
Pemerintah bersama berbagai pemangku kepentingan juga terus melakukan langkah pengawasan serta pengendalian distribusi agar lonjakan harga tidak terjadi secara signifikan.
Dengan pemantauan yang berkelanjutan, diharapkan harga pangan tetap berada dalam kondisi stabil sehingga masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokok mereka menjelang perayaan Lebaran.