BCA

BCA Catat Pertumbuhan Kredit Valas Positif Sepanjang Tahun 2025

BCA Catat Pertumbuhan Kredit Valas Positif Sepanjang Tahun 2025
BCA Catat Pertumbuhan Kredit Valas Positif Sepanjang Tahun 2025

JAKARTA - Kinerja sektor perbankan nasional sepanjang tahun terakhir menunjukkan tren pertumbuhan yang tetap positif. 

Di tengah dinamika ekonomi global dan fluktuasi pasar keuangan, sejumlah bank besar di Indonesia masih mampu menjaga stabilitas penyaluran kredit sekaligus mempertahankan kualitas asetnya.

Salah satu indikator yang mencerminkan hal tersebut adalah pertumbuhan kredit dalam berbagai denominasi, termasuk kredit dalam valuta asing. Permintaan pembiayaan berbasis mata uang asing biasanya datang dari pelaku usaha yang memiliki aktivitas bisnis internasional, seperti perdagangan ekspor-impor maupun pembiayaan proyek yang berkaitan dengan pasar global.

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menjadi salah satu bank yang mencatatkan kinerja positif dalam penyaluran kredit valas sepanjang 2025. Pertumbuhan tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan pembiayaan berbasis valuta asing masih cukup kuat di tengah perkembangan ekonomi dan aktivitas bisnis yang terus bergerak.

Pertumbuhan Kredit Valuta Asing Sepanjang Tahun

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mencatat pertumbuhan kredit valuta asing (valas) sebesar 14,9% secara tahunan (year on year/YoY) hingga akhir 2025.

EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA menyampaikan bahwa, meskipun kredit valas tumbuh, portofolio pembiayaan bank tersebut masih didominasi oleh kredit dalam denominasi rupiah.

Hal ini menunjukkan bahwa kebutuhan pembiayaan dalam mata uang domestik masih menjadi porsi terbesar dalam kegiatan bisnis nasabah BCA.

Pertumbuhan kredit valas tersebut tetap menjadi salah satu bagian penting dalam strategi penyaluran pembiayaan perseroan.

Dengan adanya pembiayaan dalam berbagai denominasi mata uang, bank dapat memberikan fleksibilitas kepada nasabah yang memiliki kebutuhan transaksi internasional.

Kualitas Aset Tetap Terjaga Stabil

Dari sisi kualitas aset, BCA juga mencatat kondisi pembiayaan yang tetap terjaga. Hingga akhir 2025, rasio loan at risk (LAR) BCA tercatat berada di level 4,8%.

Sementara rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) tetap terkendali di level 1,7%. Angka tersebut menunjukkan bahwa kualitas portofolio kredit BCA masih berada dalam kondisi yang relatif sehat.

Pengelolaan risiko yang baik serta pemantauan portofolio pembiayaan menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas kualitas kredit di tengah berbagai tantangan ekonomi.

Pencadangan Kredit Dinilai Memadai

Selain itu, pencadangan kredit bermasalah juga dinilai memadai. Rasio pencadangan terhadap NPL tercatat sebesar 183,8%, sedangkan pencadangan terhadap LAR berada di level 71,6%.

Langkah pencadangan ini menjadi bagian dari strategi manajemen risiko yang diterapkan bank untuk mengantisipasi potensi risiko pembiayaan di masa mendatang.

Dengan pencadangan yang cukup kuat, bank memiliki bantalan yang lebih aman untuk menghadapi kemungkinan terjadinya peningkatan kredit bermasalah.

Kebijakan ini juga mencerminkan pendekatan kehati-hatian yang terus dijaga oleh manajemen dalam mengelola portofolio kredit.

Komitmen Menjaga Likuiditas Dan Permodalan

Hera menegaskan bahwa perseroan akan terus menjaga posisi permodalan dan likuiditas yang kuat sebagai landasan untuk mendorong pertumbuhan kredit yang berkelanjutan.

“BCA berkomitmen mempertahankan posisi permodalan dan likuiditas yang solid, dalam rangka memberikan landasan bagi pertumbuhan kredit yang berkesinambungan dan berkualitas,” ujar Hera.

Ke depan, BCA juga akan terus mengelola likuiditas secara pruden serta menerapkan prinsip kehati-hatian dalam manajemen risiko guna menjaga kualitas aset di tengah dinamika kondisi ekonomi dan pasar keuangan.

Langkah tersebut dinilai penting agar pertumbuhan kredit yang dicapai tidak hanya berfokus pada ekspansi semata, tetapi juga tetap memperhatikan kualitas portofolio pembiayaan.

Dengan strategi pengelolaan risiko yang disiplin serta dukungan permodalan yang kuat, BCA optimistis dapat menjaga kinerja bisnis secara berkelanjutan.

Di tengah tantangan ekonomi global dan perubahan kondisi pasar, stabilitas perbankan menjadi faktor penting dalam mendukung aktivitas ekonomi nasional serta memberikan layanan pembiayaan yang sehat bagi dunia usaha.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index