Bumi Resources

Bumi Resources (BUMI) Catat Laba Bersih Rp1,35 Triliun di 2025

Bumi Resources (BUMI) Catat Laba Bersih Rp1,35 Triliun di 2025
Bumi Resources (BUMI) Catat Laba Bersih Rp1,35 Triliun di 2025

JAKARTA - PT Bumi Resources Tbk. (BUMI), yang merupakan bagian dari Grup Bakrie dan Salim, berhasil mencatatkan laba bersih sebesar US$81 juta atau sekitar Rp1,35 triliun sepanjang tahun 2025.

Angka ini menunjukkan kenaikan yang signifikan, mencatatkan pertumbuhan laba bersih tahunan sebesar 20,1% dibandingkan dengan hasil yang diperoleh pada 2024, yang tercatat sebesar US$67,5 juta.

Laporan keuangan BUMI untuk tahun 2025 juga menunjukkan bahwa pendapatan perusahaan meningkat sebesar 4,8%, mencapai US$1,42 miliar, dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang hanya mencatatkan pendapatan sebesar US$1,35 miliar. 

Kenaikan ini didorong oleh stabilitas harga batu bara yang menguntungkan serta efisiensi operasional yang berhasil diterapkan oleh perusahaan.

Efisiensi Operasional dan Penurunan Beban Pokok Penjualan

Salah satu pencapaian penting dalam laporan keuangan BUMI pada 2025 adalah penurunan beban pokok penjualan yang berhasil dikendalikan. 

Beban pokok penjualan BUMI tercatat turun menjadi US$1,17 miliar, berkurang 1,2% dibandingkan dengan angka tahun sebelumnya yang sebesar US$1,19 miliar.

 Ini menunjukkan upaya perusahaan dalam meningkatkan efisiensi biaya produksi batu bara, yang kemudian berkontribusi pada kenaikan laba bruto BUMI yang mencapai US$249,1 juta, atau meningkat 47,1% dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebesar US$169,3 juta.

Kinerja yang solid dalam mengendalikan beban pokok penjualan ini menjadi salah satu faktor utama yang mendongkrak laba bersih perusahaan, menunjukkan bahwa BUMI berhasil menjaga keseimbangan antara pendapatan dan pengeluaran, meski kondisi pasar batubara global yang kerap fluktuatif.

Produksi dan Penjualan Batu Bara yang Stabil

Pada tahun 2025, Bumi Resources mencatatkan produksi batu bara sebesar 74,8 juta ton, mengalami kenaikan tipis sebesar 0,2% dibandingkan dengan produksi tahun 2024 yang tercatat sebesar 74,7 juta ton. 

Meskipun terdapat sedikit peningkatan dalam hal volume produksi, penjualan batu bara BUMI mengalami penurunan tipis sebesar 2%, dengan total penjualan tercatat mencapai 74,6 juta ton, dibandingkan dengan 76,1 juta ton pada tahun 2024.

Meskipun volume penjualan sedikit menurun, harga rata-rata batu bara BUMI tercatat stabil dengan harga FOB (Free on Board) sebesar US$59,7 per ton. 

Hal ini menunjukkan bahwa meskipun ada penurunan dalam jumlah tonase yang terjual, harga batu bara yang stabil menjadi pendorong utama bagi BUMI dalam membukukan laba yang lebih tinggi.

Panduan Kinerja dan Strategi Diversifikasi BUMI untuk 2026

Melihat ke depan, BUMI sudah menyiapkan panduan kinerja untuk tahun 2026, dengan proyeksi penjualan batu bara diperkirakan akan mencapai volume antara 76 juta hingga 78 juta ton. Perusahaan juga memproyeksikan harga rata-rata batu bara untuk 2026 berada pada kisaran US$60 hingga US$62 per ton.

Sementara itu, biaya produksi batu bara diperkirakan akan tetap stabil, dengan biaya tunai produksi diproyeksikan berada pada kisaran US$43 hingga US$44 per ton. 

Proyeksi ini mencerminkan optimisme BUMI terhadap kinerja yang lebih baik pada tahun mendatang, berkat proyeksi stabilitas harga batu bara dan peningkatan volume penjualan yang akan didorong oleh berbagai upaya efisiensi dan optimisasi yang terus dilakukan oleh perusahaan.

Sebagai bagian dari upaya jangka panjang perusahaan, manajemen BUMI menegaskan komitmennya untuk menjaga efisiensi operasional yang lebih baik lagi di masa mendatang, dengan fokus pada penguatan ketahanan rantai pasokan batu bara serta mendukung strategi diversifikasi yang akan memperkuat portofolio usaha perusahaan dalam menghadapi tantangan pasar yang semakin kompetitif.

BUMI juga terus berupaya memperkuat posisinya dalam pasar batu bara global, sembari menjaga keselarasan dengan strategi diversifikasi yang akan memperluas sumber pendapatan perusahaan di luar sektor batu bara. 

Dengan begitu, BUMI bertujuan untuk memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan dan pencapaian hasil yang lebih baik di masa depan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index