F1

Kekuatan Ferrari dan Mercedes Jadi Sorotan di Balapan Awal F1 2026

Kekuatan Ferrari dan Mercedes Jadi Sorotan di Balapan Awal F1 2026
Kekuatan Ferrari dan Mercedes Jadi Sorotan di Balapan Awal F1 2026

JAKARTA - Fase shakedown awal musim Formula 1 2026 di Sirkuit Barcelona telah selesai digelar. 

Lima hari tes digunakan tim-tim F1 untuk menguji mobil era regulasi baru. Uji coba ini menjadi momen penting untuk mengevaluasi reliabilitas dan performa awal kendaraan.

Setiap tim menjaga kerahasiaan data teknis mereka secara ketat. Informasi publik terbatas pada catatan waktu dan jumlah putaran yang dicatat. Meski demikian, beberapa gambaran awal kekuatan dan tantangan tim mulai terlihat.

Era regulasi baru 2026 disebut-sebut sebagai salah satu perubahan paling besar dalam tiga dekade terakhir. Adaptasi terhadap regulasi ini menjadi fokus utama seluruh tim. Sesi shakedown menjadi indikator awal kesiapan mereka menghadapi musim.

Ferrari Tampil Meyakinkan di Era Baru

Ferrari menutup shakedown dengan catatan positif yang membangkitkan optimisme tifosi. Lewis Hamilton mencatatkan waktu tercepat pada hari terakhir. Tim asal Maranello mengumpulkan sekitar 430 putaran selama tiga hari tanpa kendala berarti.

Charles Leclerc dan Hamilton belum banyak memberikan komentar resmi. Keduanya menyatakan kesan positif terhadap mobil baru. Mesin Ferrari menunjukkan fondasi yang lebih solid dibandingkan era awal regulasi 2014.

Reliabilitas menjadi sorotan utama Ferrari, dengan total sekitar 900 putaran tercatat selama tes gabungan. Mobil tampil konsisten dan minim masalah teknis. Hal ini menjadi modal penting menghadapi kompetisi ketat di awal musim.

Mercedes Jadi Kandidat Terkuat dengan Reliabilitas Tinggi

Mercedes dianggap publik sebagai kandidat terkuat di regulasi baru 2026. Keunggulan mereka terlihat dari reliabilitas mesin yang tinggi. George Russell dan Kimi Antonelli berhasil menempuh sekitar 500 putaran, dan total jarak seluruh tim pelanggan melebihi 1.000 putaran.

Dua dari lima hari tes menunjukkan kecepatan kompetitif Mercedes. Seluruh program berjalan lancar tanpa hambatan berarti. Tim memilih bersikap hati-hati dan meredam ekspektasi publik untuk menjaga konsentrasi pengembangan.

Kemampuan Mercedes menjaga konsistensi menjadi kunci awal musim. Kecepatan dan daya tahan mesin mencerminkan persiapan matang. Hal ini membuat tim memiliki peluang besar untuk mendominasi musim regulasi baru.

Red Bull, McLaren, dan Tim Tengah Menunjukkan Potensi

Red Bull dan McLaren menampilkan performa cukup solid, meski lebih konservatif. McLaren fokus pada pengumpulan data saat tes dimulai hari ketiga. Oscar Piastri sempat mengalami masalah sistem bahan bakar, membuat total putaran hanya 280.

Red Bull mencatat lebih dari 600 putaran dengan mesin RBPT-Ford yang handal. Liam Lawson sempat memicu red flag, namun masalah ini tidak terkait mesin. Max Verstappen menilai mesin cukup solid, meski masih perlu pengembangan.

Haas dan Alpine juga menunjukkan kemajuan signifikan di era baru. Haas menempuh sekitar 390 putaran meski sempat terganggu masalah sensor. Alpine memulai dengan kendala kecil, namun akhirnya mencatat 340 putaran yang menunjukkan progres positif.

Tim Debutan dan Aston Martin Menghadapi Tantangan Besar

Audi menjalani tes sebagai pabrikan baru dengan hasil bervariasi. Gabriel Bortoleto hanya mencatat 27 putaran pada hari pertama akibat masalah teknis. Di hari terakhir, mereka mengumpulkan 144 putaran, memberikan data penting untuk pengembangan.

Cadillac menghadapi banyak kendala mulai dari integrasi mesin hingga sistem elektronik. Sergio Perez hanya mampu menempuh sekitar 160 putaran. Tes ini menjadi sarana pembelajaran awal dalam menghadapi kompleksitas regulasi baru.

Aston Martin juga menyisakan tanda tanya setelah hanya mengikuti dua hari tes. Lance Stroll terhenti akibat gangguan mobil, sementara Fernando Alonso menjalani sesi lebih positif. Fokus utama adalah pengumpulan data untuk mesin baru Honda yang sedang diuji.

Pandangan Menjelang Bahrain

Para pembalap memberikan kesan positif terhadap mobil 2026 meski butuh adaptasi. Regulasi baru memberi peluang eksplorasi gaya balap terutama pada akselerasi dan lintasan lurus. Kecepatan di tikungan memang sedikit menurun, namun hal ini bisa diperbaiki seiring pengembangan.

Catatan waktu terbaik Hamilton masih sekitar empat detik dari pole position Barcelona musim lalu. FIA memprediksi mobil 2026 akan dua detik lebih lambat, namun potensi peningkatan performa cukup tinggi. Tes Bahrain bulan depan akan menjadi momen krusial untuk melihat peta kekuatan sebenarnya.

Ferrari dan Mercedes menjadi sorotan utama setelah shakedown Barcelona. Red Bull, McLaren, Haas, Alpine, serta tim debutan memiliki potensi, namun masih perlu pengembangan lebih lanjut. Persaingan di musim 2026 diprediksi berlangsung sengit dengan regulasi baru yang membawa dinamika tinggi.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index